Ketika saya pertama kali mengenal
teknologi ini memang yang ada hanya KOMPUTER saja, yaitu suatu sietem
perangkat elektronik yang dapat menerima data (input), mengolahnya
sedemikian rupa dengan kecepatan dan presisi yang tinggi, lalu
menghasilkan output (informasi) untuk pemakai yang sedang menggunakan
komputer tersebut (tidak bisa dari jarak jauh). Pada era itu, komputer
bekerja sendiri (stand-alone). Belum ada teknologi saat itu yang dapat
menghubungkan satu komputer ke komputer lain yang jaraknya berjauhan,
baik berbentuk jaringan lokal (LAN/local Area Network) apalagi Internet
seperti sekarang. Maka mata kuliah yang saya bina itu dinamakan (waktu
itu) dengan “Pengantar Komputer”. Bagi mahasiswa jurusan Akuntansi dan
Commerce tampaknya istilah Komputer terlalu teknikal sehingga kurang pas
dengan tujuan kurikulum. Oleh karena itu, atas saran konsultan Bank
Dunia yang waktu itu ikut mendirikan, menyusun dan mengembangkan kampus
vokasional ini, maka beberapa tahun kemudian nama matakuliah tersebut
diubah menjadi “Pengantar Electronic Data Processing”. Maksud para tim
pengubah kurikulum ini mungkin, agar mahasiswa jurusan non teknik ini
lebih diajarkan ke arah aplikasi dari Komputer daripada aspek teknisnya.
“Electronic Data Processing/EDP” sering diartikan dengan
aplikasi/software, karena memang fungsi software jenis aplikasi ini ya
itu, untuk mengolah data menjadi informasi. Sehingga di beberapa kampus,
mata kuliah “Pengantar Komputer” atau sekarang dikenal dengan
“Pengantar Teknologi Informasi” ini, melulu hanya diisi oleh praktek
menjalankan software aplikasi dasar seperti Microsoft Office. Padahal,
objektif mata kuliah ini jauh dari sekedar mengenal software MS Office.
Tujuan mata PTI lebih kepada memberikan wawasan perkembangan Teknologi
Kompiter dan TI yang berkembang dengan pesat tersebut, serta memahami
apa manfaatnya bagi masyarakat modern dewasa ini, termasuk dalam
mendukung kegiatan bisnis di perusahaan.
Akhirnya karena komputer
berkembang semakin cepat, beragam dan canggih hingga kemudian dapat
disatukan dengan teknologi telekomunikasi. Maka lahirlah istilah
Teknologi Informasi. Banyak juga definisi tentang TI ini, tapi kira-kira
maksudnya adalah segala perangkat elektronik (termasuk tentu komputer),
yang dapat menyebarkan dan menyajikan informasi meskipun jaraknya
berjauhan. Di era tahun 2000-an kemudian kita melihat perkembangan
Internet dengan fenomenanya sendiri, dan begitu banyak Handphone
digunakan dan dapat terhubung ke Internet. Dengan demikian, ruang
lingkup Teknologi Informasi tidak hanya Komputer, tapi juga mencakup HP,
Internet, Televisi, Radio, dan berbagai alat elektronik lain yang dapat
menyajikan informasi. Untuk mengantisipasi perubahan dan perkembangan
tersebut, akhirnya mata kuliah ini pun diubah lagi namanya menjadi
“Pengantar Teknologi Informasi” dengan cakupan pengajaran teori lebih
banyak sekitar 70% dan praktek cukup 30% saja, karena pada semester
pertama lebih penting memotivasi mahasiswa mengenal dunia TI secara
lengkap daripada melakoninya.
(Keterangan PHOTO: Suasana belajar
mahasiswa jurusan Akuntansi tingkat dua di Politenik Negeri Bandung yang
tampak antusias mempelajari bahan kuliah PTI yang diajarkan penulis.
Meskipun sebaliknya, akan terlihat jenuh dan mengantuk ketika membahas
peran Teknologi Informasi di berbagai proses bisnis perusahaan skala
besar seperti Suplly Chain, ERP System, CRM dan sebagainya itu. Sindrome
mahasiswa semester-semester awal? / Photo by: Rendra Trisyanto Surya)
Cakupan
bahan pengajaran teori Teknologi Informasi yang kini semakin luas
tersebut, seringkali membingungkan dan dirasakan sebagai beban bagi
mahasiswa-mahasiswa remaja yang baru mulai mengenal dunia kampus yang
sarat ilmu tapi selalu terbatas oleh waktu mempelajarinya. Buku
referensi yang digunakan dengan judul “Introduction to Information
Technology” karangan Turban/Rainer dan Potter yang tebalnya sekitar 750
halaman itu, saya “paksakan” untuk dipahami para remaja tersebut dalam
satu semester. Buku ini sebenarnya menarik, karena Turban tidak terlalu
fokus membahas Teknologi Informasi dari sisi teknikal, melainkan dari
sisi manfaat dan aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari dan di dunia
bisnis secara begitu luas dan lengkap berbasis Internet. Suatu
pendekatan yang tentu saja sesuai dengan jurusan mahasiswa yang saya
ajar ini.
Kadang mahasiswa terlihat antusias berlebihan pada topik
bahasan tertentu, akan tetapi terkadang tampak pasrah dan apatis di
topik yang sulit dipahaminya. Ketika saya membahas tentang “Perekonomian
Digital” misalnya, tampak mereka antusias karena mereka telah menjadi
bagian dari kegiatan tersebut, ketika melakukan traansaksi dengan
Internet Banking, SMS Banking, ATM, transaksi pembelian melalui
E-Commerce dan sebagainya. Beda misalnya, ketika saya membahas bab-bab
lain yang lebih spesifik ke aplikasi TI pada perusahaan besar, seperti
membahas pengenalan tentang Rantai Pasokan (Peran TI dalam Supply
Chain), Sistem Informasi Terpadu “ERP System” hingga ke CRM (Peran TI
dalam Customer Resources Management), tampak mulai kebingungan. Apalagi
ketika kemudian masuk ke pembahasan mengenai bab “Sistem
Antarorganisasional dan Informasi Global”, “Sistem Pendukung Manajerial”
daan kemudian “Manajemen Data dan Pengetahuan” yang sebelumnya terdapat
dalam buku Pengantar TI karangan Turban cs tersebut.
Lho, kok pada
tidak bisa memahami topik-topik ini? Bukankah ini hanya membahas
pengenalan saja? Lalu saya sempat berpikir, apa pengarang buku ini
(Turban cs) tidak salah memasukkan bab-bab “berat” tersebut ke mahasiswa
semester pertama.
Belakangan saya baru paham, bahwa mahasiswa tidak
pernah diajarkan ketika pelajaran ICT di SMA mengenai konsep Sistem
Informasi. Karena aplikasi TI dalam bidang bisnis tersebut pada intinya
adalah bagaimana menggunakan informasi untuk kegiatan bisnis. Informasi
tersebut berasal dari berbagai Sistem Informasi Bisnis yang ada di
perusahaan yang dibutuhkan manajer mulai dari level operasional hingga
ke level Top Management. Dan tentu saja mahasiswa menjadi bingung,
karena mereka juga belum paham bagaimana sebenarnya proses bisnis di
perusahaan-peruasahaan besar sebagaimana yang diuraikan oleh Turban
dalam bukunya ini. Tapi, kok di Amerika Serikat, buku ini diajarkan pada
semester pertama? Apakah mahasiswa semester pertama di Amerika belajar
sendiri mengenai proses bisnis, karena etos belajar mandirinya yang
lebih kuat? Atau, link antara kurikulum pendidikan menengah (SMA) di
sana lebih nyambung dengan Perguruan Tinggi?
Tanpa sempat saya
memperoleh jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut, akhirnya saya
mencari-cari buku referensi tambahan lain yang dan menemukan buku
tentang Pengantar Teknologi Informasi terbaru dengan judul “Discovering
Computers 2010: Living in Digital World” karangan Gary B.Shelly dan
Misty E.Vermaat. Buku edisi ke lima belas ini terdiri dari 850 halaman,
tidak lagi menggunakan istilah “Teknologi Informasi”, melainkan kembali
ke istilah awal dulu, yaitu menggunakan istilah “Computers”. Jika
dilihat isinya, sebenarnya membahas tidak saja mengenai Komputer namun
juga Teknologi Informasi. Tampaknya Gary membuang pembahasan bab-bab
mengenai aplikasi TI di perusahaan besar yang seringkali susah dipahami
oleh mahasiswa semester pertama tersebut. Akhirnya saya pun paham,
mungkin mahasiswa semester pertama belum perlu diberikan topik-topik
“Pengantar” yang terlalu luas, meskipun aplikasi TI di bidang bisnis
dewasa ini kenyataannya begitu luas.
Nah, kembali ke pertanyaan di awal tulisan. Lalu apakah bedanya istilah Komputer, Teknologi Informasi dan Sistem Informasi ?
Sebagaimana
kita ketahui, istilah Komputer, Teknologi Informasi, Sistem Informasi
dan Sistem Informasi Manajemen (SIM) merupakan istilah yang sering
didengar namun seringkali menjadi interchangeable. Mungkin diagram
berikut dapat membantu membedakan tiga istilah yang sebenarnya berbeda,
meskipun saling berhubungan dengan erat.
(Keterangan PHOTO: Dalam
diagram ini terlihat jelas pembagian ruang lingkup antara pengertian
KOMPUTER, Teknologi Informasi dan Sistem Informasi. Sarana dan aplikasi
ISDN/VSAT, Internet, E-Business, E-Commerce, Telekomuikasi, Sistem
Pakar, EDI dsbnya itu bukan KOmputer, tapi bagian dari apa yang
dinamakan Teknologi Informasi. Demikian pula halnya dengan
kegiatan-kegiatan manajemen, prosedur, IT Outsourcing dsbnya, itu bukan
bagian dari Teknologi Informasi, akan tetapi elemen-elemen yang
membentuk Sistem Informasi. Tentu saja, Komputer dan Teknologi Informasi
juga merupakan bagian dari apa yang kita kenal dengan Sistem Informasi)
Perkembangan
teknologi telekomunikasi akhirnya memang membuat komputer sudah tidak
efisien dan efektif lagi jika hanya digunakan secara stand-alone,
terlebih-lebih dalam suatu organisasi skala menengah dan besar.
Penggabungan teknologi komputer dan infrastruktur telekomunikasi ini
kemudian membentuk apa yang dinamakan dengan Teknologi Informasi dan
Telekomunikasi (Information Communication and Technology/ICT), yang
sering disingkat dengan istilah Teknologi Informasi.
Sedangkan jika
Teknologi Informasi ini dikombinasikan dengan elemen/komponen lain di
dalam suatu organisasi, seperti manusia (pihak manajemen, operator,
user), prosedur, database, dan berbagai metode/sistem pengendalian (IT
Control), baik yang bersifat Aplikasi (Application Control) maupun Umum
(General Control) akan membentuk yang namanya Sistem Informasi.
Terdapat
bermacam-macam tipe dan kegunaan sistem informasi di dalam suatu
organisasi sesuai dengan tujuan organisasi tersebut dan proses bisnis
masing-masing. Sistem Informasi yang khusus ditujukan untuk menyajikan
informasi yang berhubungan dengan kegiatan akademik seperti di Perguruan
Tinggi, dinamakan dengan Sistem Informasi Adminsitrasi dan Akademik
(SIAA). Sedangkan Sistem Informasi yang khusus ditujukan menyajikan
informasi yang digunakan di perusahaan di sebut dengan Sistem Informasi
Bisnis (SIB). Sedangkan Sistem Informasi yang ditujukan untuk menyajikan
informasi keuangan, dikenal dengan istilah “Sistem Informasi
Akuntansi”. Sistem informasi khusus untuk memenuhi informasi
kegiatan-kegiatan pada fungsi bisnis Sumber Daya Manusia, disebut dengan
“Human Resources Informaton System / HRIS”.
Nah, dengan demikian
terdapat lebih banyak lagi jenis/tipe sistem informasi di dalam suatu
organisasi perusahaan skala besar. Namun semua sub-sub sistem tersebut
kemudian merupakan kesatuan dari suatu supra-sistem yang lebih besar
yang menaungi (mendukung) seluruh aktivitias orgaanisasi, yang disebut
dengan Sistem Informasi Manajemen (SIM).
Tentu saja, semua itu karena
menggunakan komputer dan Teknologi Informasi, maka harus diajarkan
pula (diperkenalkan) pada mata kuliah “Pengantar TeknologiInformasi”.
Hm, mudah-mudahan para mahasiswa semester satu yang sedang belajar
Pengantar Komputer atau Pengantar Teknologi Informasi di manapun berada.
Sekarang sudah tidak bingung lagi, bukan? Ok, selamat belajar PTI..!
Minggu, 16 Maret 2014
SEKILAS TENTANG TEKNIK LINGKUNGAN
Apa yang kalian bayangkan ketika mendengar Teknik Lingkungan? Jurusan
teknik yang isinya mahasiswa aktivis lingkungan semua? Atau jurusan yang
belajarnya kimia dan biologi terus? Biar nggak salah persepsi, yuk
kenali Teknik Lingkungan lebih dalam!
Secara umum, jurusan Teknik Lingkungan mempelajari bagaimana menyeimbangkan aktivitas manusia dengan konservasi lingkungan dan bagaimana mendesain infrastruktur yang mendukung tujuan konservasi tersebut. Supaya lebih kebayang fokus dan lingkup Teknik Lingkungan apa aja, ini nih beberapa topik yang akan kalian pelajari di jurusan ini:
1. Rekayasa air minum dan air bersih
Air untuk mandi, air untuk minum, air untuk cuci piring, dan semua air bersih yang kita gunakan sehari-hari asalnya darimana ya? Nah Sarjana Teknik Lingkungan lah yang memiliki keahlian untuk menyediakan air bersih bagi masyarakat. Kalian akan belajar mendesain instalasi pengolahan air minum (IPAM), proses apa aja yang terjadi disana, sampai bagaimana menyalurkan air sesuai kebutuhan masyarakat.
2. Rekayasa air buangan domestik
Dari berbagai aktivitas manusia sehari-hari, tentunya kita menghasilkan air buangan. Air buangan dari rumah-rumah bisa diolah secara terpusat dengan instalasi pengolahan air limbah (IPAL), atau bisa juga diolah di beberapa unit pengolahan lain seperti septic tank. Unit-unit pengolahan air buangan ini nanti yang mendesain adalah Sarjana Teknik Lingkungan. Selain air buangan dari rumah-rumah, di jurusan ini kalian juga akan mempelajari desain saluran penyalur air hujan (drainase), yang fungsinya penting sekali lho untuk mencegah banjir.
3. Sanitasi Masyarakat
Bagi yang suka berinteraksi sama masyarakat, Teknik Lingkungan adalah salah satu keilmuan yang dekat dengan masyarakat. Di sanitasi masyarakat ini akan dipelajari bagaimana menyediakan infrastruktur sanitasi dan air minum yang tepat sesuai dengan karakter masyarakat di daerah tersebut. Jadi ada pendekatan terhadap masyarakat juga, misalnya dengan melibatkan mereka dalam mendesain MCK atau dengan melibatkan mereka dalam mengelola sampah di daerahnya. Dengan dasar ilmu air buangan domestik yang dijelaskan sebelumnya, di keilmuan sanitasi masyarakat ini kalian langsung bisa mengaplikasikannya. Media aplikasinya bisa lewat kegiatan pengabdian masyarakat mahasiswa yang biasanya nggak jauh-jauh dari topik MCK, air minum, atau sampah.
4. Rekayasa air buangan industri
Hampir semua industri memiliki buangan dari hasil produksinya, yang berarti Sarjana Teknik Lingkungan sangat dibutuhkan untuk mengelola limbah industri tersebut. Di jurusan ini kalian akan dibekali ilmu untuk mendesain IPAL untuk industri dan proses apa saja yang harus ditempuh pada pengolahan air limbah industri sampai mencapai kadar aman untuk dibuang ke lingkungan.
5. Pengelolaan sampah
Di Teknik Lingkungan kalian juga akan belajar bagaimana pengelolaan sampah kota yang baik, mulai dari pemilahan di sumber sampai mendesain landfill atau tempat pembuangan akhir yang optimal. Apakah kalian termasuk orang yang berpikir bahwa tempat pembuangan akhir itu bau dan membosankan? Kalau iya, berarti kalian harus lihat aneka teknologi desain tempat pembuangan akhir yang dipelajari di jurusan Teknik Lingkungan. Bahkan sebenarnya tempat pembuangan akhir bisa jadi tempat wisata lho!
6. Pengelolaan limbah B3
Bahan yang bersifat berbahaya dan beracun seperti logam berat sering digunakan dalam kegiatan manusia juga dalam kegiatan industri. Bahan B3 ini nantinya akan keluar sebagai limbah, yang pastinya sangat berbahaya bagi lingkungan sekitar juga kesehatan manusia. Sarjana Teknik Lingkungan mempelajari bagaimana mengelola limbah B3 ini, bisa dengan media-media penyerap kandungan B3, bisa dengan pengubahan fasa dari limbah tersebut, dan berbagai teknologi lain yang akan terus dikembangkan kedepannya.
7. Pengendalian Pencemaran Udara
Kembali lagi ke industri-industri yang punya banyak emisi, salah satu emisinya adalah dalam bentuk gas dan partikulat. Nah di jurusan Teknik Lingkungan kalian juga akan belajar tentang udara, mulai dari persebaran emisi dari cerobong di industri sampai mengukur kadar polutan di suatu kota. Kalian juga akan belajar mendesain unit-unit pengendali pencemara udara supaya polutan-polutan dari industri tidak mencemari kota tempat tinggal kita.
8. Kesehatan Lingkungan
Pada topik pembahasan ini kalian akan belajar mengenai elemen-elemen lingkungan seperti hidrosfer, atmosfer, dan lain-lain. Kemudian akan dikaji penyakit apa saja yang mungkin timbul serta lewat media apa saja penyebarannya. Di topik ini kalian juga akan belajar mengukur kadar toksisitas limbah, bagaimana tingkat bahayanya bagi lingkungan hidup. Tapi tidak seperti dokter yang mempelajari tindakan penanganannya, mahasiswa Teknik Lingkungan lebih fokus terhadap tindakan pencegahan terjadinya penyakit melalui usaha menciptakan lingkungan hidup yang baik.
9. Pengelolaan Lingkungan
Pengelolaan berarti melakukan berbagai usaha untuk membuat limbah tidak mencemari lingkungan, baik dengan pewadahan, pengangkutan, maupun pengolahan. Di pengelolaan lingkungan kalian akan belajar permodelan kasus terkait masalah lingkungan, analisa dampak lingkungan dari suatu aktivitas manusia, bagaimana menerapkan sistem manajemen lingkungan dalam suatu industri maupun organisasi, dan lain-lain.
10. Teknologi Bersih
Pernah dengar 3R (Reduce, Reuse, Recycle)? Di topik pembahasan ini, kalian akan mempelajari aplikasi 3R di industri. Bahkan tidak hanya 3R tapi sampai 6R, ditambah dengan prinsip lainnya seperti bagaimana memodifikasi produk atau memodifikasi proses agar mengurangi timbulan limbah dari proses industri. Tidak hanya mengurangi timbulan limbah, bahkan bisa menghasilkan keuntungan berlebih karena hasil produksi yang meningkat atau karena mengurangi konsumsi bahan baku baru.
Setelah penjabaran panjang lebar lingkup pelajaran mahasiswa Teknik Lingkungan, sudah ada bayangan belum kira-kira Sarjana Teknik Lingkungan bisa kerja dimana aja? Dari lingkup keilmuan yang lebar itu, sebenarnya banyak banget pilihan tempat kerja seorang Sarjana Teknik Lingkungan. Misalnya untuk urusan air minum, air bersih, sampah dan air limbah domestik kalian bisa kerja di Kementerian Pekerjaan Umum atau PDAM. Aneka industri juga bisa menjadi ladang kerja lulusan Teknik Lingkungan. Industri migas, industri makanan, industri pertambangan, industri kertas, dan berbagai industri lainnya pasti membutuhkan seorang engineer untuk mengelola limbah yang dihasilkan. Di industri-industri ini kalian biasanya akan ditempatkan di Departemen Health, Safety, and Engineering (HSE). Kalian juga bisa bekerja di LSM lingkungan, konsultan, banyak deh profesi yang bisa jadi pilihan kita saat sudah menyandang gelar Sarjana Teknik Lingkungan.
Nah, sekarang kebayang kan kalau jurusan Teknik Lingkungan itu isinya bukan hanya kimia dan biologi aja? Semua ilmu sains diterapkan di keprofesian ini. Dan tentunya, jurusan Teknik Lingkungan tidak hanya berisi aktivis lingkungan saja, jadi nggak perlu takut masuk jurusan ini kalau kamu masih awam tentang permasalahan lingkungan. Semua mahasiswa di jurusan ini sama-sama belajar untuk memfasilitasi masyarakat agar hidup nyaman, yaitu dengan menerapkan teknik rekayasa yang diharapkan bisa menciptakan lingkungan hidup yang lebih baik.
Secara umum, jurusan Teknik Lingkungan mempelajari bagaimana menyeimbangkan aktivitas manusia dengan konservasi lingkungan dan bagaimana mendesain infrastruktur yang mendukung tujuan konservasi tersebut. Supaya lebih kebayang fokus dan lingkup Teknik Lingkungan apa aja, ini nih beberapa topik yang akan kalian pelajari di jurusan ini:
1. Rekayasa air minum dan air bersih
Air untuk mandi, air untuk minum, air untuk cuci piring, dan semua air bersih yang kita gunakan sehari-hari asalnya darimana ya? Nah Sarjana Teknik Lingkungan lah yang memiliki keahlian untuk menyediakan air bersih bagi masyarakat. Kalian akan belajar mendesain instalasi pengolahan air minum (IPAM), proses apa aja yang terjadi disana, sampai bagaimana menyalurkan air sesuai kebutuhan masyarakat.
2. Rekayasa air buangan domestik
Dari berbagai aktivitas manusia sehari-hari, tentunya kita menghasilkan air buangan. Air buangan dari rumah-rumah bisa diolah secara terpusat dengan instalasi pengolahan air limbah (IPAL), atau bisa juga diolah di beberapa unit pengolahan lain seperti septic tank. Unit-unit pengolahan air buangan ini nanti yang mendesain adalah Sarjana Teknik Lingkungan. Selain air buangan dari rumah-rumah, di jurusan ini kalian juga akan mempelajari desain saluran penyalur air hujan (drainase), yang fungsinya penting sekali lho untuk mencegah banjir.
3. Sanitasi Masyarakat
Bagi yang suka berinteraksi sama masyarakat, Teknik Lingkungan adalah salah satu keilmuan yang dekat dengan masyarakat. Di sanitasi masyarakat ini akan dipelajari bagaimana menyediakan infrastruktur sanitasi dan air minum yang tepat sesuai dengan karakter masyarakat di daerah tersebut. Jadi ada pendekatan terhadap masyarakat juga, misalnya dengan melibatkan mereka dalam mendesain MCK atau dengan melibatkan mereka dalam mengelola sampah di daerahnya. Dengan dasar ilmu air buangan domestik yang dijelaskan sebelumnya, di keilmuan sanitasi masyarakat ini kalian langsung bisa mengaplikasikannya. Media aplikasinya bisa lewat kegiatan pengabdian masyarakat mahasiswa yang biasanya nggak jauh-jauh dari topik MCK, air minum, atau sampah.
4. Rekayasa air buangan industri
Hampir semua industri memiliki buangan dari hasil produksinya, yang berarti Sarjana Teknik Lingkungan sangat dibutuhkan untuk mengelola limbah industri tersebut. Di jurusan ini kalian akan dibekali ilmu untuk mendesain IPAL untuk industri dan proses apa saja yang harus ditempuh pada pengolahan air limbah industri sampai mencapai kadar aman untuk dibuang ke lingkungan.
5. Pengelolaan sampah
Di Teknik Lingkungan kalian juga akan belajar bagaimana pengelolaan sampah kota yang baik, mulai dari pemilahan di sumber sampai mendesain landfill atau tempat pembuangan akhir yang optimal. Apakah kalian termasuk orang yang berpikir bahwa tempat pembuangan akhir itu bau dan membosankan? Kalau iya, berarti kalian harus lihat aneka teknologi desain tempat pembuangan akhir yang dipelajari di jurusan Teknik Lingkungan. Bahkan sebenarnya tempat pembuangan akhir bisa jadi tempat wisata lho!
6. Pengelolaan limbah B3
Bahan yang bersifat berbahaya dan beracun seperti logam berat sering digunakan dalam kegiatan manusia juga dalam kegiatan industri. Bahan B3 ini nantinya akan keluar sebagai limbah, yang pastinya sangat berbahaya bagi lingkungan sekitar juga kesehatan manusia. Sarjana Teknik Lingkungan mempelajari bagaimana mengelola limbah B3 ini, bisa dengan media-media penyerap kandungan B3, bisa dengan pengubahan fasa dari limbah tersebut, dan berbagai teknologi lain yang akan terus dikembangkan kedepannya.
7. Pengendalian Pencemaran Udara
Kembali lagi ke industri-industri yang punya banyak emisi, salah satu emisinya adalah dalam bentuk gas dan partikulat. Nah di jurusan Teknik Lingkungan kalian juga akan belajar tentang udara, mulai dari persebaran emisi dari cerobong di industri sampai mengukur kadar polutan di suatu kota. Kalian juga akan belajar mendesain unit-unit pengendali pencemara udara supaya polutan-polutan dari industri tidak mencemari kota tempat tinggal kita.
8. Kesehatan Lingkungan
Pada topik pembahasan ini kalian akan belajar mengenai elemen-elemen lingkungan seperti hidrosfer, atmosfer, dan lain-lain. Kemudian akan dikaji penyakit apa saja yang mungkin timbul serta lewat media apa saja penyebarannya. Di topik ini kalian juga akan belajar mengukur kadar toksisitas limbah, bagaimana tingkat bahayanya bagi lingkungan hidup. Tapi tidak seperti dokter yang mempelajari tindakan penanganannya, mahasiswa Teknik Lingkungan lebih fokus terhadap tindakan pencegahan terjadinya penyakit melalui usaha menciptakan lingkungan hidup yang baik.
9. Pengelolaan Lingkungan
Pengelolaan berarti melakukan berbagai usaha untuk membuat limbah tidak mencemari lingkungan, baik dengan pewadahan, pengangkutan, maupun pengolahan. Di pengelolaan lingkungan kalian akan belajar permodelan kasus terkait masalah lingkungan, analisa dampak lingkungan dari suatu aktivitas manusia, bagaimana menerapkan sistem manajemen lingkungan dalam suatu industri maupun organisasi, dan lain-lain.
10. Teknologi Bersih
Pernah dengar 3R (Reduce, Reuse, Recycle)? Di topik pembahasan ini, kalian akan mempelajari aplikasi 3R di industri. Bahkan tidak hanya 3R tapi sampai 6R, ditambah dengan prinsip lainnya seperti bagaimana memodifikasi produk atau memodifikasi proses agar mengurangi timbulan limbah dari proses industri. Tidak hanya mengurangi timbulan limbah, bahkan bisa menghasilkan keuntungan berlebih karena hasil produksi yang meningkat atau karena mengurangi konsumsi bahan baku baru.
Setelah penjabaran panjang lebar lingkup pelajaran mahasiswa Teknik Lingkungan, sudah ada bayangan belum kira-kira Sarjana Teknik Lingkungan bisa kerja dimana aja? Dari lingkup keilmuan yang lebar itu, sebenarnya banyak banget pilihan tempat kerja seorang Sarjana Teknik Lingkungan. Misalnya untuk urusan air minum, air bersih, sampah dan air limbah domestik kalian bisa kerja di Kementerian Pekerjaan Umum atau PDAM. Aneka industri juga bisa menjadi ladang kerja lulusan Teknik Lingkungan. Industri migas, industri makanan, industri pertambangan, industri kertas, dan berbagai industri lainnya pasti membutuhkan seorang engineer untuk mengelola limbah yang dihasilkan. Di industri-industri ini kalian biasanya akan ditempatkan di Departemen Health, Safety, and Engineering (HSE). Kalian juga bisa bekerja di LSM lingkungan, konsultan, banyak deh profesi yang bisa jadi pilihan kita saat sudah menyandang gelar Sarjana Teknik Lingkungan.
Nah, sekarang kebayang kan kalau jurusan Teknik Lingkungan itu isinya bukan hanya kimia dan biologi aja? Semua ilmu sains diterapkan di keprofesian ini. Dan tentunya, jurusan Teknik Lingkungan tidak hanya berisi aktivis lingkungan saja, jadi nggak perlu takut masuk jurusan ini kalau kamu masih awam tentang permasalahan lingkungan. Semua mahasiswa di jurusan ini sama-sama belajar untuk memfasilitasi masyarakat agar hidup nyaman, yaitu dengan menerapkan teknik rekayasa yang diharapkan bisa menciptakan lingkungan hidup yang lebih baik.
Langganan:
Postingan (Atom)