Minggu, 16 Maret 2014

PENGENALAN KOMPUTER DAN TEKNOLOGI INFORMASI

Ketika saya pertama kali mengenal teknologi ini memang yang ada hanya KOMPUTER saja, yaitu suatu sietem perangkat elektronik yang dapat menerima data (input), mengolahnya sedemikian rupa dengan kecepatan dan presisi yang tinggi, lalu menghasilkan output (informasi) untuk pemakai yang sedang menggunakan komputer tersebut (tidak bisa dari jarak jauh). Pada era itu, komputer bekerja sendiri (stand-alone). Belum ada teknologi saat itu yang dapat menghubungkan satu komputer ke komputer lain yang jaraknya berjauhan, baik berbentuk jaringan lokal (LAN/local Area Network) apalagi Internet seperti sekarang. Maka mata kuliah yang saya bina itu dinamakan (waktu itu) dengan “Pengantar Komputer”. Bagi mahasiswa jurusan Akuntansi dan Commerce tampaknya istilah Komputer terlalu teknikal sehingga kurang pas dengan tujuan kurikulum. Oleh karena itu, atas saran konsultan Bank Dunia yang waktu itu ikut mendirikan, menyusun dan mengembangkan kampus vokasional ini, maka beberapa tahun kemudian nama matakuliah tersebut diubah menjadi “Pengantar Electronic Data Processing”. Maksud para tim pengubah kurikulum ini mungkin, agar mahasiswa jurusan non teknik ini lebih diajarkan ke arah aplikasi dari Komputer daripada aspek teknisnya. “Electronic Data Processing/EDP” sering diartikan dengan aplikasi/software, karena memang fungsi software jenis aplikasi ini ya itu, untuk mengolah data menjadi informasi. Sehingga di beberapa kampus, mata kuliah “Pengantar Komputer” atau sekarang dikenal dengan “Pengantar Teknologi Informasi” ini, melulu hanya diisi oleh praktek menjalankan software aplikasi dasar seperti Microsoft Office. Padahal, objektif mata kuliah ini jauh dari sekedar mengenal software MS Office. Tujuan mata PTI lebih kepada memberikan wawasan perkembangan Teknologi Kompiter dan TI yang berkembang dengan pesat tersebut, serta memahami apa manfaatnya bagi masyarakat modern dewasa ini, termasuk dalam mendukung kegiatan bisnis di perusahaan.
Akhirnya karena komputer berkembang semakin cepat, beragam dan canggih hingga kemudian dapat disatukan dengan teknologi telekomunikasi. Maka lahirlah istilah Teknologi Informasi. Banyak juga definisi tentang TI ini, tapi kira-kira maksudnya adalah segala perangkat elektronik (termasuk tentu komputer), yang dapat menyebarkan dan menyajikan informasi meskipun jaraknya berjauhan. Di era tahun 2000-an kemudian kita melihat perkembangan Internet dengan fenomenanya sendiri, dan begitu banyak Handphone digunakan dan dapat terhubung ke Internet. Dengan demikian, ruang lingkup Teknologi Informasi tidak hanya Komputer, tapi juga mencakup HP, Internet, Televisi, Radio, dan berbagai alat elektronik lain yang dapat menyajikan informasi. Untuk mengantisipasi perubahan dan perkembangan tersebut, akhirnya mata kuliah ini pun diubah lagi namanya menjadi “Pengantar Teknologi Informasi” dengan cakupan pengajaran teori lebih banyak sekitar 70% dan praktek cukup 30% saja, karena pada semester pertama lebih penting memotivasi mahasiswa mengenal dunia TI secara lengkap daripada melakoninya.
(Keterangan PHOTO: Suasana belajar mahasiswa jurusan Akuntansi tingkat dua di Politenik Negeri Bandung yang tampak antusias mempelajari bahan kuliah PTI yang diajarkan penulis. Meskipun sebaliknya, akan terlihat jenuh dan mengantuk ketika membahas peran Teknologi Informasi di berbagai proses bisnis perusahaan skala besar seperti Suplly Chain, ERP System, CRM dan sebagainya itu. Sindrome mahasiswa semester-semester awal? / Photo by: Rendra Trisyanto Surya)
Cakupan bahan pengajaran teori Teknologi Informasi yang kini semakin luas tersebut, seringkali membingungkan dan dirasakan sebagai beban bagi mahasiswa-mahasiswa remaja yang baru mulai mengenal dunia kampus yang sarat ilmu tapi selalu terbatas oleh waktu mempelajarinya. Buku referensi yang digunakan dengan judul “Introduction to Information Technology” karangan Turban/Rainer dan Potter yang tebalnya sekitar 750 halaman itu, saya “paksakan” untuk dipahami para remaja tersebut dalam satu semester. Buku ini sebenarnya menarik, karena Turban tidak terlalu fokus membahas Teknologi Informasi dari sisi teknikal, melainkan dari sisi manfaat dan aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari dan di dunia bisnis secara begitu luas dan lengkap berbasis Internet. Suatu pendekatan yang tentu saja sesuai dengan jurusan mahasiswa yang saya ajar ini.
Kadang mahasiswa terlihat antusias berlebihan pada topik bahasan tertentu, akan tetapi terkadang tampak pasrah dan apatis di topik yang sulit dipahaminya. Ketika saya membahas tentang “Perekonomian Digital” misalnya, tampak mereka antusias karena mereka telah menjadi bagian dari kegiatan tersebut, ketika melakukan traansaksi dengan Internet Banking, SMS Banking, ATM, transaksi pembelian melalui E-Commerce dan sebagainya. Beda misalnya, ketika saya membahas bab-bab lain yang lebih spesifik ke aplikasi TI pada perusahaan besar, seperti membahas pengenalan tentang Rantai Pasokan (Peran TI dalam Supply Chain), Sistem Informasi Terpadu “ERP System” hingga ke CRM (Peran TI dalam Customer Resources Management), tampak mulai kebingungan. Apalagi ketika kemudian masuk ke pembahasan mengenai bab “Sistem Antarorganisasional dan Informasi Global”, “Sistem Pendukung Manajerial” daan kemudian “Manajemen Data dan Pengetahuan” yang sebelumnya terdapat dalam buku Pengantar TI karangan Turban cs tersebut.
Lho, kok pada tidak bisa memahami topik-topik ini? Bukankah ini hanya membahas pengenalan saja? Lalu saya sempat berpikir, apa pengarang buku ini (Turban cs) tidak salah memasukkan bab-bab “berat” tersebut ke mahasiswa semester pertama.
Belakangan saya baru paham, bahwa mahasiswa tidak pernah diajarkan ketika pelajaran ICT di SMA mengenai konsep Sistem Informasi. Karena aplikasi TI dalam bidang bisnis tersebut pada intinya adalah bagaimana menggunakan informasi untuk kegiatan bisnis. Informasi tersebut berasal dari berbagai Sistem Informasi Bisnis yang ada di perusahaan yang dibutuhkan manajer mulai dari level operasional hingga ke level Top Management. Dan tentu saja mahasiswa menjadi bingung, karena mereka juga belum paham bagaimana sebenarnya proses bisnis di perusahaan-peruasahaan besar sebagaimana yang diuraikan oleh Turban dalam bukunya ini. Tapi, kok di Amerika Serikat, buku ini diajarkan pada semester pertama? Apakah mahasiswa semester pertama di Amerika belajar sendiri mengenai proses bisnis, karena etos belajar mandirinya yang lebih kuat? Atau, link antara kurikulum pendidikan menengah (SMA) di sana lebih nyambung dengan Perguruan Tinggi?
Tanpa sempat saya memperoleh jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut, akhirnya saya mencari-cari buku referensi tambahan lain yang dan menemukan buku tentang Pengantar Teknologi Informasi terbaru dengan judul “Discovering Computers 2010: Living in Digital World” karangan Gary B.Shelly dan Misty E.Vermaat. Buku edisi ke lima belas ini terdiri dari 850 halaman, tidak lagi menggunakan istilah “Teknologi Informasi”, melainkan kembali ke istilah awal dulu, yaitu menggunakan istilah “Computers”. Jika dilihat isinya, sebenarnya membahas tidak saja mengenai Komputer namun juga Teknologi Informasi. Tampaknya Gary membuang pembahasan bab-bab mengenai aplikasi TI di perusahaan besar yang seringkali susah dipahami oleh mahasiswa semester pertama tersebut. Akhirnya saya pun paham, mungkin mahasiswa semester pertama belum perlu diberikan topik-topik “Pengantar” yang terlalu luas, meskipun aplikasi TI di bidang bisnis dewasa ini kenyataannya begitu luas.
Nah, kembali ke pertanyaan di awal tulisan. Lalu apakah bedanya istilah Komputer, Teknologi Informasi dan Sistem Informasi ?
Sebagaimana kita ketahui, istilah Komputer, Teknologi Informasi, Sistem Informasi dan Sistem Informasi Manajemen (SIM) merupakan istilah yang sering didengar namun seringkali menjadi interchangeable. Mungkin diagram berikut dapat membantu membedakan tiga istilah yang sebenarnya berbeda, meskipun saling berhubungan dengan erat.
(Keterangan PHOTO: Dalam diagram ini terlihat jelas pembagian ruang lingkup antara pengertian KOMPUTER, Teknologi Informasi dan Sistem Informasi. Sarana dan aplikasi ISDN/VSAT, Internet, E-Business, E-Commerce, Telekomuikasi, Sistem Pakar, EDI dsbnya itu bukan KOmputer, tapi bagian dari apa yang dinamakan Teknologi Informasi. Demikian pula halnya dengan kegiatan-kegiatan manajemen, prosedur, IT Outsourcing dsbnya, itu bukan bagian dari Teknologi Informasi, akan tetapi elemen-elemen yang membentuk Sistem Informasi. Tentu saja, Komputer dan Teknologi Informasi juga merupakan bagian dari apa yang kita kenal dengan Sistem Informasi)
Perkembangan teknologi telekomunikasi akhirnya memang membuat komputer sudah tidak efisien dan efektif lagi jika hanya digunakan secara stand-alone, terlebih-lebih dalam suatu organisasi skala menengah dan besar. Penggabungan teknologi komputer dan infrastruktur telekomunikasi ini kemudian membentuk apa yang dinamakan dengan Teknologi Informasi dan Telekomunikasi (Information Communication and Technology/ICT), yang sering disingkat dengan istilah Teknologi Informasi.
Sedangkan jika Teknologi Informasi ini dikombinasikan dengan elemen/komponen lain di dalam suatu organisasi, seperti manusia (pihak manajemen, operator, user), prosedur, database, dan berbagai metode/sistem pengendalian (IT Control), baik yang bersifat Aplikasi (Application Control) maupun Umum (General Control) akan membentuk yang namanya Sistem Informasi.
Terdapat bermacam-macam tipe dan kegunaan sistem informasi di dalam suatu organisasi sesuai dengan tujuan organisasi tersebut dan proses bisnis masing-masing. Sistem Informasi yang khusus ditujukan untuk menyajikan informasi yang berhubungan dengan kegiatan akademik seperti di Perguruan Tinggi, dinamakan dengan Sistem Informasi Adminsitrasi dan Akademik (SIAA). Sedangkan Sistem Informasi yang khusus ditujukan menyajikan informasi yang digunakan di perusahaan di sebut dengan Sistem Informasi Bisnis (SIB). Sedangkan Sistem Informasi yang ditujukan untuk menyajikan informasi keuangan, dikenal dengan istilah “Sistem Informasi Akuntansi”. Sistem informasi khusus untuk memenuhi informasi kegiatan-kegiatan pada fungsi bisnis Sumber Daya Manusia, disebut dengan “Human Resources Informaton System / HRIS”.
Nah, dengan demikian terdapat lebih banyak lagi jenis/tipe sistem informasi di dalam suatu organisasi perusahaan skala besar. Namun semua sub-sub sistem tersebut kemudian merupakan kesatuan dari suatu supra-sistem yang lebih besar yang menaungi (mendukung) seluruh aktivitias orgaanisasi, yang disebut dengan Sistem Informasi Manajemen (SIM).
Tentu saja, semua itu karena menggunakan komputer dan Teknologi Informasi, maka  harus diajarkan pula (diperkenalkan) pada mata kuliah “Pengantar TeknologiInformasi”. Hm, mudah-mudahan para mahasiswa semester satu yang sedang belajar Pengantar Komputer atau Pengantar Teknologi Informasi di manapun berada. Sekarang sudah tidak bingung lagi, bukan? Ok, selamat belajar PTI..!

SEKILAS TENTANG TEKNIK LINGKUNGAN

Apa yang kalian bayangkan ketika mendengar Teknik Lingkungan? Jurusan teknik yang isinya mahasiswa aktivis lingkungan semua? Atau jurusan yang belajarnya kimia dan biologi terus? Biar nggak salah persepsi, yuk kenali Teknik Lingkungan lebih dalam!
Secara umum, jurusan Teknik Lingkungan mempelajari bagaimana menyeimbangkan aktivitas manusia dengan konservasi lingkungan dan bagaimana mendesain infrastruktur yang mendukung tujuan konservasi tersebut. Supaya lebih kebayang fokus dan lingkup Teknik Lingkungan apa aja, ini nih beberapa topik yang akan kalian pelajari di jurusan ini:

1.     Rekayasa air minum dan air bersih
Air untuk mandi, air untuk minum, air untuk cuci piring, dan semua air bersih yang kita gunakan sehari-hari asalnya darimana ya? Nah Sarjana Teknik Lingkungan lah yang memiliki keahlian untuk menyediakan air bersih bagi masyarakat. Kalian akan belajar mendesain instalasi pengolahan air minum (IPAM), proses apa aja yang terjadi disana, sampai bagaimana menyalurkan air sesuai kebutuhan masyarakat.

2.     Rekayasa air buangan domestik
Dari berbagai aktivitas manusia sehari-hari, tentunya kita menghasilkan air buangan. Air buangan dari rumah-rumah bisa diolah secara terpusat dengan instalasi pengolahan air limbah (IPAL), atau bisa juga diolah di beberapa unit pengolahan lain seperti septic tank. Unit-unit pengolahan air buangan ini nanti yang mendesain adalah Sarjana Teknik Lingkungan. Selain air buangan dari rumah-rumah, di jurusan ini kalian juga akan mempelajari desain saluran penyalur air hujan (drainase), yang fungsinya penting sekali lho untuk mencegah banjir.

3.   Sanitasi Masyarakat
     Bagi yang suka berinteraksi sama masyarakat, Teknik Lingkungan adalah salah satu keilmuan yang dekat dengan masyarakat. Di sanitasi masyarakat ini akan dipelajari bagaimana menyediakan infrastruktur sanitasi dan air minum yang tepat sesuai dengan karakter masyarakat di daerah tersebut. Jadi ada pendekatan terhadap masyarakat juga, misalnya dengan melibatkan mereka dalam mendesain MCK atau dengan melibatkan mereka dalam mengelola sampah di daerahnya. Dengan dasar ilmu air buangan domestik yang dijelaskan sebelumnya, di keilmuan sanitasi masyarakat ini kalian langsung bisa mengaplikasikannya. Media aplikasinya bisa lewat kegiatan pengabdian masyarakat mahasiswa yang biasanya nggak jauh-jauh dari topik MCK, air minum, atau sampah.

4.    Rekayasa air buangan industri
Hampir semua industri memiliki buangan dari hasil produksinya, yang berarti Sarjana Teknik Lingkungan sangat dibutuhkan untuk mengelola limbah industri tersebut. Di jurusan ini kalian akan dibekali ilmu untuk mendesain IPAL untuk industri dan proses apa saja yang harus ditempuh pada pengolahan air limbah industri sampai mencapai kadar aman untuk dibuang ke lingkungan.

5.    Pengelolaan sampah
Di Teknik Lingkungan kalian juga akan belajar bagaimana pengelolaan sampah kota yang baik, mulai dari pemilahan di sumber sampai mendesain landfill atau tempat pembuangan akhir yang optimal. Apakah kalian termasuk orang yang berpikir bahwa tempat pembuangan akhir itu bau dan membosankan? Kalau iya, berarti kalian harus lihat aneka teknologi desain tempat pembuangan akhir yang dipelajari di jurusan Teknik Lingkungan. Bahkan sebenarnya tempat pembuangan akhir bisa jadi tempat wisata lho!

6.  Pengelolaan limbah B3
    Bahan yang bersifat berbahaya dan beracun seperti logam berat sering digunakan dalam kegiatan manusia juga dalam kegiatan industri. Bahan B3 ini nantinya akan keluar sebagai limbah, yang pastinya sangat berbahaya bagi lingkungan sekitar juga kesehatan manusia. Sarjana Teknik Lingkungan mempelajari bagaimana mengelola limbah B3 ini, bisa dengan media-media penyerap kandungan B3, bisa dengan pengubahan fasa dari limbah tersebut, dan berbagai teknologi lain yang akan terus dikembangkan kedepannya.

7.  Pengendalian Pencemaran Udara
Kembali lagi ke industri-industri yang punya banyak emisi, salah satu emisinya adalah dalam bentuk gas dan partikulat. Nah di jurusan Teknik Lingkungan kalian juga akan belajar tentang udara, mulai dari persebaran emisi dari cerobong di industri sampai mengukur kadar polutan di suatu kota. Kalian juga akan belajar mendesain unit-unit pengendali pencemara udara supaya polutan-polutan dari industri tidak mencemari kota tempat tinggal kita.

8.    Kesehatan Lingkungan
Pada topik pembahasan ini kalian akan belajar mengenai elemen-elemen lingkungan seperti hidrosfer, atmosfer, dan lain-lain. Kemudian akan dikaji penyakit apa saja yang mungkin timbul serta lewat media apa saja penyebarannya. Di topik ini kalian juga akan belajar mengukur kadar toksisitas limbah, bagaimana tingkat bahayanya bagi lingkungan hidup. Tapi tidak seperti dokter yang mempelajari tindakan penanganannya, mahasiswa Teknik Lingkungan lebih fokus terhadap tindakan pencegahan terjadinya penyakit melalui usaha menciptakan lingkungan hidup yang baik.

9.    Pengelolaan Lingkungan
Pengelolaan berarti melakukan berbagai usaha untuk membuat limbah tidak mencemari lingkungan, baik dengan pewadahan, pengangkutan, maupun pengolahan. Di pengelolaan lingkungan kalian akan belajar permodelan kasus terkait masalah lingkungan, analisa dampak lingkungan dari suatu aktivitas manusia, bagaimana menerapkan sistem manajemen lingkungan dalam suatu industri maupun organisasi, dan lain-lain.

10.    Teknologi Bersih
    Pernah dengar 3R (Reduce, Reuse, Recycle)? Di topik pembahasan ini, kalian akan mempelajari aplikasi 3R di industri. Bahkan tidak hanya 3R tapi sampai 6R, ditambah dengan prinsip lainnya seperti bagaimana memodifikasi produk atau memodifikasi proses agar mengurangi timbulan limbah dari proses industri. Tidak hanya mengurangi timbulan limbah, bahkan bisa menghasilkan keuntungan berlebih karena hasil produksi yang meningkat atau karena mengurangi konsumsi bahan baku baru.

Setelah penjabaran panjang lebar lingkup pelajaran mahasiswa Teknik Lingkungan, sudah ada bayangan belum kira-kira Sarjana Teknik Lingkungan bisa kerja dimana aja? Dari lingkup keilmuan yang lebar itu, sebenarnya banyak banget pilihan tempat kerja seorang Sarjana Teknik Lingkungan. Misalnya untuk urusan air minum, air bersih, sampah dan air limbah domestik kalian bisa kerja di Kementerian Pekerjaan Umum atau PDAM. Aneka industri juga bisa menjadi ladang kerja lulusan Teknik Lingkungan. Industri migas, industri makanan, industri pertambangan, industri kertas, dan berbagai industri lainnya pasti membutuhkan seorang engineer untuk mengelola limbah yang dihasilkan. Di industri-industri ini kalian biasanya akan ditempatkan di Departemen Health, Safety, and Engineering (HSE).  Kalian juga bisa bekerja di LSM lingkungan, konsultan, banyak deh profesi yang bisa jadi pilihan kita saat sudah menyandang gelar Sarjana Teknik Lingkungan.

Nah, sekarang kebayang kan kalau jurusan Teknik Lingkungan itu isinya bukan hanya kimia dan biologi aja? Semua ilmu sains diterapkan di keprofesian ini. Dan tentunya, jurusan Teknik Lingkungan tidak hanya berisi aktivis lingkungan saja, jadi nggak perlu takut masuk jurusan ini kalau kamu masih awam tentang permasalahan lingkungan. Semua mahasiswa di jurusan ini sama-sama belajar untuk memfasilitasi masyarakat agar hidup nyaman, yaitu dengan menerapkan teknik rekayasa yang diharapkan bisa menciptakan lingkungan hidup yang lebih baik.